Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Medis

Seks Pranikah: Waspada Penyakit Menular Seksual

Submitted by on June 24, 2013 – 1:32 pmNo Comment

Seks – Pranikah; waspadai: Penyakit Menular Seksual

Fransisca Handy, dr, SpA, IBCLC

Generasi yang sehat diawali oleh kehamilan yang sehat.  Kehamilan yang sehat diawali oleh calon ayah dan ibu yang sehat dan matang.  Calon ayah dan ibu yang sehat dan matang diawali dari remaja yang sehat, cerdas dan bijak.

Seks sebelum menikah atau seks pranikah saat ini sudah bukan lagi hal yang jarang ditemukan, juga bukan lagi hal yang jarang dibicarakan.  Sebuah keprihatinan kita bersama.

Kata “pacaran” yang sebetulnya lebih dimaksudkan sebagai masa pengenalan lebih baik calon pasangan, saat ini juga lebih sering dikonotasikan kepada kegiatan seks pra nikah.  Di kalangan remaja, punya pacar juga merupakan suatu simbol sosial. Gak punya pacar = gak gaul, hingga makna “pacaran” pun bergeser jauh dari tujuan baiknya.

bahayaPranikahDi luar persoalan moral, seks pranikah dapat punya banyak sekali dampak di kemudian hari baik itu secara psikologis, hukum, kesehatan maupun keuangan.  Kali ini, secara khusus akan bahas dampaknya pada kesehatan.

Dampak kesehatan seks pranikah secara garis besar ada 2: penyakit menular seksual dan kehamilan di luar nikah.  Kali ini khusus kita bahas PMS atau penyakit menular seksual dulu ya..

Penyakit menular seksual

Tahukah teman2, pada dasarnya hubungan seksual memungkinkan terjadinya penularan penyakit. Cairan tubuh dari alat kelamin laki-laki dan perempuan punya potensi menularkan, terlebih bila lapisan terluar dari alat kelamin tergesek dan terluka – darah punya potensi lebih kuat untuk menularkan banyak penyakit berbahaya.

Jangan berpikir bahwa penyakit menular seksual hanya dimiliki oleh para pekerja seks atau orang yang berganti-ganti pasangan. Yakinkah kita bahwa “pacar” atau pasangan seksual kita HANYA melakukan hubungan seks dengan kita ? Tahukah kita riwayat kesehatannya secara baik? Apakah pasangan kita sendiri tahu betul status kesehatan / pernah memeriksakan diri dengan lengkap? apakah diri kita sendiri tahu betul status kesehatan kita seperti apa? Sudahkah kita sendiri pernah memeriksa apakah kita pengidap hepatitis B / hepatitis C? Apakah pasangan kita bukan pengidap hepatitis B atau C? Belum lagi penyakit menular yang menakutkan dan penuh dengan stigma, yaitu HIV/AIDS.  Apakah kita sudah “bersedia” menerima transfer virus dari pasangan kita? Apakah kita mau jika anak kita kelak, ikut “menerima” transfer virus-virus tersebut? Apakah kita tidak akan merasa bersalah pada diri sendiri, keluarga dan terlebih pada anak yang akan lahir kelak?

Penyakit menular seksual di antaranya adalah:

  1. Virus: Hepatitis B, Hepatitis C, HIV/AIDS, herpes simplex, human papiloma virus (HPV
  2. Bakteri: Gonorhoe, treponema palidum (sifilis), chlamydia trachomatis
  3. Protozoa: trichomonas vaginalis
  4. Jamur: candida albicans

Hepatitis B dan hepatitis C – adalah faktor risiko kuat untuk terjadinya penyakit hati menahun dan kanker hati. Penderita hepatitis B 100 kali lebih mungkin untuk terkena kanker hati. Pengidap hepatitis B umumnya tidak punya gejala apa-apa, terlihat sehat tanpa kekurangan, tapi mampu menularkan virus hepatitis B.  Di Indonesia 1 dari 7 orang adalah pengidap hepatitis B (data Kementerian Kesehatan, 2011). Hepatitis B maupun C juga dapat diturunkan dari ibu kepada janin dalam kandungannya, yang berarti janin berisiko mengalami penyakit yang sama.

HIV/AIDS – teman2 tentu telah banyak mendengar tentang sulitnya pengobatan penyakit ini dan stigma (pandangan masyarakat) yang melekat pada penyakit ini. HIV/AIDS melemahkah sistem pertahanan tubuh, sehingga kita lebih mudah mengalami berbagai penyakit infeksi. Virus HIV juga dapat diturunkan dari ibu kepada janin dalam kandunganya.  Bayangkan bayi yang tak berdosa, tidak tahu apa-apa, tapi harus ikut menanggung beratnya penyakit HIV/AIDS karena perilaku tak sehat ayah-ibunya.

Herpes simpleks adalah penyakit menular seksual yang sering kali tidak bergejala.  Virus herpes simpleks dapat diturunkan kepada janin saat persalinan hingga menyebabkan banyak masalah pada bayi yang dilahirkan: kelahiran prematur, cacat bawaan, infeksi otak, dan sebagainya.

Human Papiloma Virus (HPV) adalah salah satu faktor risiko terjadinya kanker leher rahim, sebanyak 70% kasus kanker rahim disebabkan oleh HPV.  Hubungan seks di usia remaja juga merupakan faktor risiko terkena kanker leher rahim.  Teman-teman remaja putri mau melakukan seks pranikah? Tanyakan dulu pada dirimu apakah kamu mau terkena kanker leher rahim? Tanyakan pada pasanganmu, jika ia sungguh sayang padamu, apakah ia mau kamu terkena kanker?

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri (gonorhoe, chlamydia dll) dapat menyebabkan peradangan di organ kelamin bagian dalam yang dapat menimbulkan sterilisitas (kemandulan) di kemudian hari.  Peradangan pada organ kelamin oleh sebab apapun mempermudah masuknya virus hepatitis B/C serta virus HIV.

Sebelum terlintas untuk melakukan hubungan seks pranikah, sudahkah teman-teman tahu betul risiko yang akan dihadapi? Pelajari dan renungkan.

Hubunan seks itu sakral dan indah bila ada dalam perkawinan sah yang dirahmati Tuhan.

Pacaran yang sehat akan memberi jalan bagi kita untuk menjadi (calon) ayah dan ibu yang sehat dan matang, untuk dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat.

 

Tags: , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


+ 9 = 18