Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Psikologi, Umum

Menanggapi “Kapan Nikah?”

Submitted by on June 12, 2018 – 1:22 pmNo Comment

 

IMG_20180612_125839_089

Hari Raya #IdulFitri identik dengan kumpul bersama keluarga besar dan tetangga. Saat berkumpul, entah sengaja atau tidak, ada pertanyaan “terlarang” yang kurang nyaman didengar. Kemungkinan besar, pertanyaan tersebut adalah cara basa-basi, untuk mempererat kekerabatan. Atau bisa saja, berasal dari keingintahuan yang tulus. Tapi tetap saja, beberapa pertanyaan terkesan ikut campur urusan pribadi. Misalnya saja pertanyaan “Kapan menikah?” bagi kaum muda yang masih lajang.

Ada berbagai cara menjawab pertanyaan ini. Pertama-tama perlu diingat bahwa *tidak ada jawaban salah atau benar* untuk pertanyaan tersebut. Meskipun masyarakat mengharapkan kita untuk menikah. Tetapi keputusan tentang akan menikah atau tidak, dan kapan akan menikah di tangan kita sendiri. Toh, pernikahan bukanlah suatu kompetisi. Perlu persiapan yang matang sebelum akhirnya seseorang memutuskan untuk menikah. Bayangkan saja, berkomitmen seumur hidup dengan seseorang, tentu bukan hal yang mudah. Perlu siap mental, finansial, terampil mengelola stres dan tahu cara mengasuh anak. Tenang saja, tiap orang punya ritme sendiri dalam hidup. Jadi kalau Anda belum siap menikah sekarang, tidak apa-apa. Lebih baik bersiap daripada menyesal kemudian, bukan?

Oleh karena itu, menurut kami, cara terbaik menjawab pertanyaan ialah tersenyum (untuk menjaga sopan santun) dan menjawab sejujurnya. Misal: belum ada rencana, masih fokus kuliah/kerja; belum tahu, inginnya tahun depan kalau bertemu orang yang sesuai harapan; sudah ada rencana, tapi belum pasti, tunggu saja kabar selanjutnya, dll. Jawablah dengan cara yang senyaman mungkin. Jika merasa hal tersebut sangat pribadi, cukup senyum (supaya sopan), bilang saja belum tahu, lalu permisi dari situasi tersebut. Bisa juga Anda jadikan bahan kelakar, jika cukup nyaman. Tidak ada keharusan untuk menjawab secara detil.

Seperti digambarkan dengan manis oleh @bethdrawsthings dalam gambar di atas, tidak apa-apa kalau merasa tak punya jawaban pas untuk pertanyaan yang dilontarkan kerabat. Ingatlah bahwa perasaan Anda penting, apapun itu. Terserah apa kata orang, ingatlah bahwa diri Anda berharga dan spesial. Hidup bukan sekedar untuk menikah dan punya anak, kan?

Jadi, #StopTanyaKapanKawin! Lagipula, daripada tanya #KapanKawin lebih baik tanya #ApaKabar.

Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Selamat berkumpul dengan keluarga!??
#Lebaran #ApaKabar #Silaturahmi #StopTanyaKapanKawin
#MudikTwitter

Salam,
Tim @twitpranikah

Tags: , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


4 + 8 =