Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Hukum, Keuangan

Ingin Buat Tabungan Bersama? Yuk Tuangkan Dalam Perjanjian

Submitted by on February 22, 2013 – 7:41 amNo Comment

Pernikahan adalah janji suci/ikatan lahir bathin/bersepakat untuk cinta mencintai, hormat menghormati, setia dan memiliki komitmen lahir bathin. Perjanjian hubungan perdata yang mencantumkan klausul jangka waktu saja harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu isi dan konsekuensi dari apa yang diperjanjikan, apalagi perjanjian yang lahir bathin dan direncanakan untuk sepanjang hayat.
Untuk dapat mengetahui dan memahami isi dan konsekuensi dari perkawinan, butuh waktu, butuh proses. Tentu saja proses tiap-tiap individu bisa sangat berbeda-beda, tergantung dari latar belakang, nilai yang dianut dan pertimbangan lainnya. Pastikan proses tersebut berjalan secara sehat, aman dan terencana, dengan harapan dapat memberi manfaat jangka panjang dan berkah bagi pihak-pihak terkait.

Oleh karena itu terbukalah, diskusikan apa tujuan relasi dan mau dibawa ke mana relasi yang dibina tersebut.

Tahu kan bahwa dalam formulir permohonan atau pelaporan hendak menikah kepada KUA atau kantor Catatan Sipil, ada pertanyaan mengenai kebiasaan menabung?

Selain yang sudah disampaikan pada kultwit dengan tagar #tabbersama, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat tabungan bersama:
(1) Sebaiknya tabungan bersama ini dilakukan setelah dipastikan relasi disetujui oleh keluarga masing-masing
(2) Buat tujuan dan peruntukan yang jelas dari tabungan bersama ini
(3) Buat perjanjian tertulis yang mengatur rinci mengenai tabungan bersama ini

Kenapa ya perlu dibuat perjanjian tertulis? Bukankah bisa memilih produk keuangan yang menyediakan pilihan joint account? Ya betul, bisa saja memilih produk keuangan yang memfasilitasi dua pihak, namun pada umumnya produk keuangan ini hanya mengatur mengenai akses terhadap produk tersebut, misal mengenai penarikan dan penutupan.

Padahal terhadap harta dapat melekat hukum lain tergantung pada apa yang terjadi pada masa tertentu, yang seringkali kejadian-kejadian yang diluar perkiraan atau tidak pernah diharapkan.

Hukum nampak menakut-nakuti orang untuk menikah? Sebenarnya bukan menakuti tapi tujuannya adalah untuk memagari, memayungi itikad baik para pihak, dengan tetap memastikan adanya perlindungan terhadap kepentingan tiap-tiap pihak bila mengalami kejadian atau berada dalam keadaan yang tidak dikehendaki atau di luar kemampuannya sebagai manusia biasa.
Seandainya kita berhasil melanjutkan relasi pada perkawinan maka, perlu memperhatikan pasal 35 UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, yang menyebutkan bahwa jika tidak ada perjanjian pranikah yang mengatur mengenai pembagian harta, maka secara otomatis harta yang berasal dari masing-masing pasutri dibawa penguasaan masing-masing.

Nah berarti mesti jelas kan, harta yang dibawa masing-masing pasutri? Mungkin inilah maksud dari kolom pertanyaan pada formulir pelaporan rencana menikah tentang kebiasaan menabung dan jumlah tabungan masing-masing.

Produk keuangan dengan fasilitas Joint account, tidak mengatur dari mana asal dana yang masuk ke dalam produk investasi bersama atau rekening bersama tersebut. Produk keuangan ini juga tidak mengatur bagaimana bila terjadi sesuatu terhadap para pihak. Misal batal menikah, bagaimana penyelesaiannya jika masing-masing pihak tidak mau lagi berkomunikasi, untuk selesaikan urusan tersebut. Lalu bagaimana pembagian bunga, bonus atau hadiah yg berasal dari investasi bersama tersebut? Bagaimana status dananya bila salah satu pihak meninggal dunia sebelum pernikahan?

Jadi, mari tuangkan kesepakatan dengan pasangan kedalam perjanjian tertulis, agar dapat mengatur dan melindungi hal-hal yang tidak jelas tersebut.

Tags: , , , , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


− 4 = 0