<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serba Serbi Pranikah &#187; Pacaran</title>
	<atom:link href="http://pranikah.org/pranikah/tag/pacaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pranikah.org/pranikah</link>
	<description>Selamatkan pernikahan sebelum dimulai</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2019 02:00:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Ingin Terlihat Lebih Menarik? Pahami 4 Hal Ini Dulu</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2013 08:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daya tarik]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[tertarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Apakah perempuan berambut panjang selalu terlihat lebih cantik daripada perempuan berambut pendek? Apakah lelaki berdada bidang selalu terlihat lebih menarik daripada lelaki kurus? Mungkin Teman Pranikah menjawab ya, tapi bisa jadi sahabat kita bilang tidak. Kok bisa beda ya? Apa sih yang bikin seseorang tertarik ke orang lain? Apakah selalu wajah atau tinggi badan yang jadi patokan?]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/09/r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-569 aligncenter" alt="r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/09/r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570.jpg" width="570" height="238" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Image Source: <a href="http://www.huffingtonpost.com/">Here</a></p>
<p>Apakah perempuan berambut panjang selalu terlihat lebih cantik daripada perempuan berambut pendek? Apakah lelaki berdada bidang selalu terlihat lebih menarik daripada lelaki kurus? Mungkin Teman Pranikah menjawab ya, tapi bisa jadi sahabat kita bilang tidak. Kok bisa beda ya? Apa sih yang bikin seseorang tertarik ke orang lain? Apakah selalu wajah atau tinggi badan yang jadi patokan?</p>
<p>Serunya, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, para ahli mencari tahu lewat penelitian ilmiah. Para ahli mengelompokkannya dalam beberapa bagian. Kalau sudah tahu, sangat mungkin kita bisa membuat diri kita jadi tampil lebih menarik lho!</p>
<p>Kamu merasa kurang menarik? Masih jomblo tanpa tahu kapan akan dapat pasangan? Gimana kalau kamu cek dulu artikel ini, siapa tahu setelahnya kamu jadi semakin tahu cara terlihat menarik di mata orang lain.<span id="more-568"></span></p>
<p><strong>FISIK</strong><br />
Orang bilang, kalau kita cantik atau tampan, orang lain pasti tertarik. Betul juga sih sebetulnya, tapi bukan hanya itu. Ada orang yang tertarik dengan tinggi badan, seringkali lelaki yang lebih tinggi dianggap lebih menarik, sementara perempuan terlalu tinggi dianggap kurang menarik jadi pasangan. Ada pula yang tertarik dengan lekuk tubuh sehingga lebih memperhatikan apakah orang yang dia taksir memiliki lekuk tubuh atau tidak.</p>
<p>Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perempuan berambut panjang terlihat lebih menarik (Boynton, 2008; Knapp-Kline, dkk, 2005). Tak berarti perempuan harus memelihara rambut panjang demi terlihat menarik, karena seringkali yang dilihat adalah sehat atau tak sehat rambutnya. Bukankah kalau rambut panjang tapi si perempuan sering menggaruk kepalanya, jadi tak menarik kan?</p>
<p>Apakah harus tampil seksi atau perkasa? Tidak juga. Lelaki yang terlalu perkasa justru dianggap mengerikan oleh banyak perempuan, karena ada yang menganggap mereka kasar. Kurus juga tak selalu jadi jaminan akan dianggap menarik, karena terkadang diasosiasikan sebagai orang yang kurang sehat.</p>
<p>Secara umum, dari sisi fisik, mereka yang dianggap menarik adalah mereka yang cukup sehat tubuhnya. Berbagai penelitian (Perriloux dkk, 2010; Soler, 2003; Hinsz dkk, 2001, dll) menunjukkan bahwa wajah yang simetris dan tubuh terlihat sehat bisa jadi daya tarik luar biasa. Sehat artinya tak mudah sakit, kulit cukup terawat, rambut relatif sehat, juga beberapa ciri sehat yang lain. So, biar jadi lebih menarik, maka kita perlu peduli pada kesehatan kita kan!</p>
<p><strong>KEDEKATAN</strong><br />
Witing tresna jalaran saka kulina, demikian kata para tetua di daerah Jawa Tengah. Seringnya bertemu, menurut para peneliti, juga membuat kita tertarik pada orang lain lho. Tak usah kaget kalau kita tiba-tiba jatuh cinta pada teman sekantor, itu karena faktor kedekatan fisik juga karena merasa familiar dengan orang tersebut. Reis, dkk (2011) bahkan menegaskan bahwa seringnya kontak dengan seseorang bukan hanya membuat interaksi antara mereka jadi terasa lebih nyaman, namun juga membuat orang tersebut terlihat semakin menarik.</p>
<p>Nggak susah kan bikin kita terlihat menarik? Sering-seringlah bergaul, jangan terus menarik diri atau malu-malu. Bukan berarti harus pamer atau cari perhatian orang lho, lakukan sewajarnya. Tetaplah berusaha menjadi diri sendiri ketika sedang bergaul dengan orang lain. Selain akan terasa lebih mudah untuk jadi diri sendiri, kalaupun ada yang tertarik, itu karena dia melihat diri kita yang sebenarnya kan.</p>
<p><strong>KEPRIBADIAN</strong><br />
Yang dimaksud bukan barang-barang pribadi seperti mobil pribadi atau rumah pribadi lho. Kepribadian adalah bagaimana seseorang bertingkahlaku, berinteraksi dengan orang lain, menampilkan dirinya, atau mengambil pilihan-pilihan hidupnya.</p>
<p>DeGenova (2008) menyimpulkan dari beberapa penelitian bahwa lelaki yang dianggap menarik adalah mereka yang perhatian, penuh pengertian, jujur dan bisa dipercaya, dan sensitif. Lelaki juga dianggap menarik ketika terlihat percaya diri, cerdas, dan terlihat mampu memimpin. Lelaki ternyata punya pilihan yang berbeda, banyak lelaki yang suka dengan perempuan yang hangat, setia, jujur, punya rasa humor, dan cerdas. Di sisi lain, perempuan dan lelaki yang kasar, ceroboh, tak sensitif, labil, dan tak bertanggungjawab, sering dianggap sebagai orang yang tak menarik.</p>
<p>Tak menemukan orang yang sempurna? Tentu saja tak ada orang sempurna. Oleh karena itu, kita perlu menentukan dulu kepribadian seperti apa yang paling kita inginkan untuk jadi pasangan kita, mana yang kita anggap paling penting. Contohnya, kalau kita ingin pasangan yang cerdas, sabar dan setia, coba tentukan mana yang paling penting, mana yang nomor 2, nomor 3, dst. Misalnya kita punya 10 syarat, bagus kok jika orang yang kita taksir memiliki setidaknya 5-7 di antaranya. Kalau tak ada juga yang memenuhi syarat, jangan-jangan syarat kita terlalu berat.</p>
<p>Di sisi lain, susah-susah gampang untuk menjadi pribadi yang menarik. Namun kita tetap bisa mengusahakannya lho. Boleh kok untuk menargetkan diri jadi orang yang lebih hangat, setia, bisa dipercaya, penuh pengertian, perhatian, dan sifat baik lainnya. Cermati sifat apa yang sudah baik dalam diri kita, kembangkan itu.</p>
<p><strong>PENGARUH MASA LALU</strong><br />
Terkadang kita tak bisa menjelaskan mengapa kita tertarik pada seseorang. Nah, kabarnya, masa lalu sangat berperan, menentukan kepada siapa kita tertarik. Contohnya, kita seringkali tanpa sengaja memilih orang yang memiliki sifat yang sama dengan orangtua kita, baik sisi positif maupun negatifnya.</p>
<p>Kita juga terkadang tertarik dengan mereka yang membuat diri kita merasa lebih baik, misalnya mereka yang banyak memuji kita. Teman Pranikah tertarik dengan seseorang yang terlihat tak berdaya, selalu butuh dibantu, dan sangat tergantung? Mungkin karena kita ingin merasa dibutuhkan dan diinginkan. Ada pula yang tertarik dengan seseorang yang sangat diidolakan, misalnya orang yang memiliki semua sifat yang tidak kita miliki.</p>
<p>Nenek atau mama kita sering berkata bahwa kita harus ramah dan sopan? Rupanya orang yang banyak tersenyum, terlihat ramah, dan sopan juga dianggap lebih menarik kok. Tentu saja senyumnya tulus lho, bukan senyum yang dipaksakan keluar.</p>
<p>Memang sih, yang namanya ketertarikan atau daya tarik orang lain, sifatnya personal sekali. Tiap orang bisa punya selera yang berbeda, tergantung pengalaman hidupnya. Jadi kalau semua orang tertarik pada seorang idola, dan kita sama sekali nggak tertarik, nggak papa juga. PD aja punya pilihan sendiri. Bukankah kita yang paling tahu siapa orang yang layak mendapatkan perhatian kita?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Referensi:</em></p>
<p>DeGenova, Mary Kay. (2008). Intimate Relationships, Marriages &amp; Families, 7th ed. New York:McGraw-Hill Companies.<br />
Miller, Rowland S. (2012). Intimate Relationship, 6th ed. New York: McGraw-Hill International Edition.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Yes! Kekerasan No!</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/cinta-yes-kekerasan-no/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/cinta-yes-kekerasan-no/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 00:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dating violence]]></category>
		<category><![CDATA[KDP]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Yes!, Kekerasan No!
Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, biasanya melalui proses atau masa saling mengenali satu sama lain, yang sering dikenal atau disebut dengan istilah pacaran. Mestinya sih bila melihat ke tujuan perkawinan yang sudah ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/03/kekerasan-no.png"><img class="alignleft size-full wp-image-289" alt="No kekerasan !" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/03/kekerasan-no.png" width="252" height="180" /></a>Cinta Yes!, Kekerasan No!</strong></p>
<p style="text-align: left;">Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, biasanya melalui proses atau masa saling mengenali satu sama lain, yang sering dikenal atau disebut dengan istilah pacaran. Mestinya sih bila melihat ke tujuan perkawinan yang sudah sering kita bahas, proses atau masa pengenalan ini sesungguhnya penting, agar ketika menikah kita sudah mengenali dan mengetahui dengan siapa kita akan mengikat janji suci kekal abadi. Sayangnya, dalam masa pacaran tidak jarang terjadi hal-hal negatif atau yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: left;">Tidak jarang di tengah masa pacaran, ada pasangan yang belum cukup dewasa untuk mengontrol perasaan cintanya. Ketidakdewasaan ini yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Karena dewasa bukanlah sekedar mengenai usia, maka <em><strong>kekerasan dalam pacaran (“#KDP”)</strong></em> tidak mengenal batas usia.</p>
<p style="text-align: left;">#KDP atau <em>dating violence</em> merupakan kasus yang cukup banyak terjadi setelah kekerasan dalam rumah tangga (#KDRT). #KDP masih belum begitu mendapat sorotan jika dibandingkan KDRT sehingga terkadang masih terabaikan oleh korban dan pelakunya. Padahal bibit #KDP bisa jadi bibit #KDRT.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #993300;">Pengertian dari #KDP adalah tindak kekerasan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan. Bentuk #KDP bisa berupa kekerasan fisik (memukul, menampar, mendorong, mencengkram), psikologi (mengancam, mempermalukan, menjelek-jelekan) ekonomi (meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya), seksual (memeluk, mencium, meraba, memaksa hubungan seksual), stalking (membututi, menganggu privasi, membatasi kegiatan sehari-hari)</span></p>
<p style="text-align: left;">Pelaku yang melakukan kekerasan selain pasangan (pacar) bisa juga dilakukan oleh mantan suami atau mantan pacar. Sedangkan menurut Office on Violence Against Women (OVW) of the U.S. Department of Justice dating violance adalah <em>Dating violence is controlling, abusive, and aggressive behavior in a romantic relationship. It occurs in both heterosexual and homosexual relationships and can include verbal, emotional, physical, or sexual abuse, or a combination of these</em>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Dampak- dampak #KDP bisa berupa</strong> :</p>
<ol style="text-align: left;" start="1">
<li>luka fisik, bisa berupa luka ringan hingga berat</li>
<li>luka psikis, berupa rasa cemas, murung, prestasi menurun, gangguan pola makan, depresi, ingin menyakiti diri atau bunuh diri, pelarian kepada ketergantungan alkohol ataupun narkoba. Dimana untuk alkohol dan narkotika dapat mengakibatkan berhadapan dengan hukum, sebagaimana diatur pada UU tentang Narkotika dan Keputusan Presiden dan keputusan menteri yang mengatur mengenai pengendalian penggunaan alkohol.</li>
<li>kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Padahal dari segi kesehatan hamil dibawah usia 20 tahun beresiko tinggi mengancam jiwa ibu dan bayi. Sementara aborsi tanpa alasan medis demi penyelamatan jiwa itu melanggar hukum yang diatur secara jelas dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).</p>
<p style="text-align: left;">Untuk itu, penting mengedukasi generasi muda, bahwa ketika memutuskan untuk mengaktualisasikan perasaan cinta yang dimiliki, harus memahami terlebih dahulu bahwa:</p>
<ol style="text-align: left;" start="1">
<li>Cinta itu anugerah dan tidak pernah salah, tapi bukan cinta bila saling menyakiti. Bukan cinta bila ada salah satu pihak yang terus menderita atau tersakiti.</li>
<li>Sejak awal harus saling menyepakati untuk membina hubungan yang sehat, aman dan nyaman</li>
<li>Membiasakan mengutarakan harapan masing-masing, batasan-batasan dan tujuan hubungannya</li>
<li>Saling terbuka membicarakan resiko yang ditanggung masing-masing pihak apabila batasan-batasan tersebut dilanggar.</li>
<li>Berani berkata tidak jika pasangan memaksakan tindakan-tindakan yang tidak disukai, disertai dengan argumen yang bisa diterima oleh pasangan.</li>
<li>Tidak memaksakan diri sendiri untuk menyenangkan pasangan apabila hal tersebut bertentangan dengan nilai atau norma yang dianut.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Jika semua hal tersebut sudah dilakukan dan ternyata tetap terjadi bentuk-bentuk tindak kekerasan, maka jangan ragu untuk membicarakannya dengan pihak keluarga, teman dekat atau <em>civil society organization</em> (CSO) yang khusus menangani hal tersebut. Diskusikan dengan mereka tindakan yang perlu diambil untuk mengatasi hal tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Idealnya, hal tersebut dapat diselesaikan dengan membicarakan langsung kepada pasangan agar tindak kekerasan tidak terulang. Bisa juga dengan bantuan keluarga atau orang yang dihormati pasangan sebagai mediator.</p>
<p style="text-align: left;">Namun jika tindak kekerasan masih berlanjut dan mengancam keselamatan jiwa, maka jangan ragu untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur beberapa pasal mengenai tindak kekerasan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Pada dasarnya tindak kekerasan tersebut dapat dilaporkan sebagai tindak penganiayaan dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan (Pasal 351 ayat 1 KUHP). Jika penganiayaan mengakibatkan luka-luka berat, dapat diancam pidana penjara maksimal lima tahun (Pasal 351 ayat 2 KUHP).</p>
<p style="text-align: left;">Meski tindak kekerasan tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari, pelaku tetap dapat dilaporkan sebagai penganiayaan ringan yang dapat diancam  dengan pidana penjara paling lama tiga bulan (Pasal 352 ayat 1 KUHP).</p>
<p style="text-align: left;">Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan bukti dan saksi saat melaporkan tindak kekerasan tersebut. Apabila terdapat luka fisik, misal berupa luka memar, ada baiknya segera didokumentasikan secara pribadi atau dengan meminta keterangan dari dokter. Surat keterangan hasil pemeriksaan dari dokter untuk kepentingan peradilan biasa dikenal sebagai <strong><em>visum et repertum</em></strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Saksi-saksi yang melihat atau mendengar langsung tindak kekerasan itu juga penting untuk dipersiapkan. Oleh karena itu, hindari tempat-tempat yang tertutup atau tidak bisa dilihat oleh orang lain jika mulai ada potensi konflik dengan pasangan yang punya kecenderungan melakukan tindak kekerasan.</p>
<p style="text-align: left;">Di tempat terbuka perilaku cenderung lebih terkontrol, sehingga tindak kekerasan bisa diminimalisir. Lagipula, jika benar-benar terjadi tindak kekerasan di tempat terbuka, akan lebih mudah mencari saksi yang melihat langsung kejadiannya. Di tempat terbuka juga lebih mudah untuk mendapatkan atau meminta bantuan pihak lain jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, sebesar apapun rasa cinta kamu kepada pasangan, bukan berarti memberikan hak kepadanya untuk melakukan tindak kekerasan kepada kamu. Bersikap tegaslah untuk katakan tidak pada tindak kekerasan saat ini, agar tidak menyesal di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: left;"><div class="colabs-sc-divider"></div> baca juga : [ pranikah ] &#8220;<a href="http://pranikah.org/pranikah/mengencani-si-calon-pelaku-kekerasan/">Si Calon Pelaku Kekerasan ?</a>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/cinta-yes-kekerasan-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
