<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serba Serbi Pranikah &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://pranikah.org/pranikah/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pranikah.org/pranikah</link>
	<description>Selamatkan pernikahan sebelum dimulai</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2019 02:00:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Menanggapi &#8220;Kapan Nikah?&#8221;</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/menanggapi-kapan-nikah/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/menanggapi-kapan-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2018 06:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Pingkan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[#StopTanyaKapanKawin]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Hari Raya #IdulFitri identik dengan kumpul bersama keluarga besar dan tetangga. Saat berkumpul, entah sengaja atau tidak, ada pertanyaan &#8220;terlarang&#8221; yang kurang nyaman didengar. Kemungkinan besar, pertanyaan tersebut adalah cara basa-basi, untuk mempererat kekerabatan. Atau ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180612_125839_089.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-731" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180612_125839_089-300x300.jpg" alt="IMG_20180612_125839_089" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Hari Raya #IdulFitri identik dengan kumpul bersama keluarga besar dan tetangga. Saat berkumpul, entah sengaja atau tidak, ada pertanyaan &#8220;terlarang&#8221; yang kurang nyaman didengar. Kemungkinan besar, pertanyaan tersebut adalah cara basa-basi, untuk mempererat kekerabatan. Atau bisa saja, berasal dari keingintahuan yang tulus. Tapi tetap saja, beberapa pertanyaan terkesan ikut campur urusan pribadi. Misalnya saja pertanyaan &#8220;Kapan menikah?&#8221; bagi kaum muda yang masih lajang.</p>
<p>Ada berbagai cara menjawab pertanyaan ini. Pertama-tama perlu diingat bahwa *tidak ada jawaban salah atau benar* untuk pertanyaan tersebut. Meskipun masyarakat mengharapkan kita untuk menikah. Tetapi keputusan tentang akan menikah atau tidak, dan kapan akan menikah di tangan kita sendiri. Toh, <strong>pernikahan bukanlah suatu kompetisi.</strong> Perlu <strong><a href="http://pranikah.org/pranikah/kesiapan-menikah-vs-persiapan-pernikahan/">persiapan yang matang</a></strong> sebelum akhirnya seseorang memutuskan untuk menikah. Bayangkan saja, berkomitmen seumur hidup dengan seseorang, tentu bukan hal yang mudah. Perlu siap mental, finansial, terampil mengelola stres dan tahu cara mengasuh anak. Tenang saja, tiap orang punya ritme sendiri dalam hidup. Jadi kalau Anda belum siap menikah sekarang, tidak apa-apa. Lebih baik bersiap daripada menyesal kemudian, bukan?</p>
<p>Oleh karena itu, menurut kami, cara terbaik menjawab pertanyaan ialah tersenyum (untuk menjaga sopan santun) dan menjawab sejujurnya. Misal: belum ada rencana, masih fokus kuliah/kerja; belum tahu, inginnya tahun depan kalau bertemu orang yang sesuai harapan; sudah ada rencana, tapi belum pasti, tunggu saja kabar selanjutnya, dll. <strong>Jawablah dengan cara yang senyaman mungkin</strong>. Jika merasa hal tersebut sangat pribadi, cukup senyum (supaya sopan), <strong>bilang saja belum tahu, lalu permisi dari situasi tersebut</strong>. Bisa juga Anda jadikan bahan kelakar, jika cukup nyaman. Tidak ada keharusan untuk menjawab secara detil.</p>
<p>Seperti digambarkan dengan manis oleh @bethdrawsthings dalam gambar di atas, tidak apa-apa kalau merasa tak punya jawaban pas untuk pertanyaan yang dilontarkan kerabat. Ingatlah bahwa perasaan Anda penting, apapun itu. Terserah apa kata orang, ingatlah bahwa diri Anda berharga dan spesial. <em>Hidup bukan sekedar untuk menikah dan punya anak, kan?</em> ❤</p>
<p>Jadi, <strong>#StopTanyaKapanKawin</strong>! Lagipula, daripada tanya #KapanKawin lebih baik tanya #ApaKabar.</p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Selamat berkumpul dengan keluarga!??<br />
#Lebaran #ApaKabar #Silaturahmi #StopTanyaKapanKawin<br />
#MudikTwitter</p>
<p>Salam,<br />
Tim @twitpranikah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/menanggapi-kapan-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>25 tahun hari anak international</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/25-tahun-hari-anak-international/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/25-tahun-hari-anak-international/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2014 13:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pranikah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Dalam merayakan 25 tahun Hari Anak International
Mari bergabung dengan kami pada Car Free Day Jakarta 23 November 2014 ( pk.06.00 &#8211; 10.00 WIB) Depan Plaza UOB, Jln Thamrin.
Bebaskan Anak Dari Ekploitasi Seksual &#8211; &#8220;Prostitusi Anak, ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/11/25-tahun-hari-anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-703" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/11/25-tahun-hari-anak.jpg" alt="25 tahun hari anak" width="567" height="567" /></a>Dalam merayakan 25 tahun Hari Anak International</p>
<p>Mari bergabung dengan kami pada Car Free Day Jakarta 23 November 2014 ( pk.06.00 &#8211; 10.00 WIB) Depan Plaza UOB, Jln Thamrin.</p>
<p>Bebaskan Anak Dari Ekploitasi Seksual &#8211; &#8220;Prostitusi Anak, Pornografi Anak, Perdagangan Anak, Perkawinan Anak, Pariwisata Seks Anak&#8221;</p>
<p>Artikel tentang perjuangan ini dapat dibaca pada :<br />
<a href="http://www.hukumpedia.com/18coalition">http://www.hukumpedia.com/18coalition</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/25-tahun-hari-anak-international/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan &#8220;TIDAK&#8221; pada Pernikahan Anak!</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/katakan-tidak-pada-pernikahan-anak/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/katakan-tidak-pada-pernikahan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2014 05:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pranikah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[“Selamatkan Anak-Anak Indonesia, Dari Perkawinan Dini”

DATA
Satu dari empat anak perempuan di Indonesia (25 persen) menikah sebelum menginjak usia 18 tahun (Analisis Data Sekunder Sensus 2010 dan Susenas 2012, UNICEF Indonesia).
DAMPAK
Kehamilan di usia dini masih banyak terjadi ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Selamatkan Anak-Anak Indonesia, </strong><strong>Dari Perkawinan Dini”</strong></p>
<p><strong><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/Tidak.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-694" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/Tidak.gif" alt="Tidak" width="340" height="213" /></a><br />
DATA</strong></p>
<p>Satu dari empat anak perempuan di Indonesia (25 persen) menikah sebelum menginjak usia 18 tahun (Analisis Data Sekunder Sensus 2010 dan Susenas 2012, UNICEF Indonesia).</p>
<p><strong>DAMPAK</strong></p>
<p>Kehamilan di usia dini masih banyak terjadi di Indonesia.  Hasil Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2012  yang menunjukkan masih ada 10% (6927)<br />
remaja usia 15-19 yang sudah pernah melahirkan atau sedang hamil anak pertama.<span id="more-676"></span></p>
<p><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/girls-not-bride.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-678" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/girls-not-bride.gif" alt="girls-not-bride" width="854" height="339" /></a></p>
<ul>
<li>Praktek pernikahan usia anak dengan paksaan dapat terjadi pada anak laki-laki dan perempuan, namun berdasarkan data dari Girls Not Brides anak perempuan lebih terekspose dalam praktek pernikahan di bawah umur (di bawah 18 tahun) dibanding anak laki-laki. Di Indonesia sendiri perbandingan perikahan di bawah umur oleh anak perempuan dengan anak laki-laki mencapai 7.5 banding 1.</li>
</ul>
<ul>
<li>Anak perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun memiliki resiko tinggi untuk tidak melanjutkan sekolah, menjadi ibu pada usia di mana tingkat kesiapan baik fisik maupun mental masih rendah sehingga berdampak pada resiko kematian ibu dan bayi, serta rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan penyakit-penyakit yang menyerang kesehatan seksual dan reproduksinya. Anak perempuan berusia 10-14 tahun lima kali lebih beresiko meninggal pada saat hamil dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan berusia 20 – 24 tahun (Laporan UNICEF, 2012).</li>
</ul>
<ul>
<li>Pernikahan Anak juga merupakan pelanggaran terhadap hak dasar dan memiliki akibat yang lebih luas.</li>
<li>Pernikahan Anak juga merampas hak atas pendidikan, dan berkontribusi terhadap rantai kemiskinan yang dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa pendidikan yang cukup, tanpa posisi tawar yang layak, dan dengan kerentanan yang tinggi terhadap masalah kesehatan dankekerasan,  dua generasi bangsa Indonesia dirugikan sekaligus. Harga yang harus dibayarkan untuk kerugian akibat Pernikahan Anak terlalu mahal bagi bangsa ini.</li>
</ul>
<p><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/dampak-nikah-muda.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-679" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/dampak-nikah-muda.gif" alt="dampak-nikah-muda" width="845" height="320" /></a></p>
<p>Oleh karena itu : &#8221; Katakan &#8220;TIDAK&#8221; pada Pernikahan Anak ! &#8221;</p>
<p><a title="flyer katakan tidak pada pernikahan anak" href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/09/KatakanTIDAK_Pernikahan-Anak.pdf">&lt;&lt;download flyer&gt;&gt;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/katakan-tidak-pada-pernikahan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Jauh tentang Koalisi 18+</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/mengenal-lebih-jauh-tentang-koalisi-18/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/mengenal-lebih-jauh-tentang-koalisi-18/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2014 10:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pranikah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[koalisi 18+]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Koalisi 18+?
Koalisi 18+ adalah inisiatif gerakan sosial yang bertujuan untuk untuk menghentikan perkawinan anak dan kawin paksa di usia muda di Indonesia.
Kenapa Perkawinan Anak Perlu Dihentikan?
Menghentikan Perkawinan Anak dan Kawin Paksa di usia ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="color: #222222;">Apa itu Koalisi 18+?</p>
<p style="color: #222222;"><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/07/18plus.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-673" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2014/07/18plus.jpg" alt="18plus" width="223" height="223" /></a>Koalisi 18+ adalah inisiatif gerakan sosial yang bertujuan untuk untuk menghentikan perkawinan anak dan kawin paksa di usia muda di Indonesia.</p>
<p style="color: #222222;">Kenapa Perkawinan Anak Perlu Dihentikan?</p>
<p style="color: #222222;">Menghentikan Perkawinan Anak dan Kawin Paksa di usia muda akan memiliki dampak yang cukup besar dalam; (1) meningkatkan angka harapan hidup bagi ibu dan bayi; (2) memastikan hak atas kesehatan reproduksi anak perempuan; (3) meningkatkan kesempatan anak, khususnya anak perempuan, untuk dapat terus menikmati hak atas pendidikan setidak – tidaknya menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas; dan (4) meningkatkan kemampuan dan kapasitas anak – anak perempuan untuk menjadi ibu berkualitas yang diharapkan dapat turut serta dalam membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera</p>
<p style="color: #222222;">Situasi Saat ini</p>
<p style="color: #222222;">UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) khususnya dalam Pasal 7 ayat (1) masih membolehkan adanya perkawinan anak – anak. Pasal 7 ayat (1) UU Perkawinan menyatakan  bahwa “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (delapan belas) tahun”</p>
<p style="color: #222222;">Selain itu, perkawinan di bawah usia 16 tahun dan 19 tahun masih sangat mungkin dilakukan mengingat UU Perkawinan membuka lebar terjadinya perkawinan anak tanpa ada batasan yang sangat ketat. Setidaknya Pasal 7 ayat (2) UU Perkawinan menyatakan “Dalam hal penyimpangan Pasal terhadap ayat (1) pasal ini dapat meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita”</p>
<p style="color: #222222;">Apa yang akan Koalisi 18+ Lakukan</p>
<p style="color: #222222;">Saat ini, Yayasan Kesehatan Perempuan sedang melakukan upaya Pengujian terhadap Pasal 7 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan di Mahkamah Konstitusi. Untuk itu Koalisi 18+ berupaya untuk mendukung proses perubahan legislasi melalui Mahkamah Konstitusi dengan cara-cara sebagai berikut:</p>
<p style="color: #222222;">Pertama, melakukan edukasi publik mengenai upaya menghentikan perkawinan anak – anak;<br />
Kedua, melakukan advokasi baik langsung ataupun tidak langsung untuk mendukung perubahan legislasi yang pada intinya menutup kemungkinan terjadinya perkawinan anak – anak kecuali atas ijin dari Pengadilan.<br />
Ketiga, menggalang dukungan dari masyarakat dengan membuka partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam upaya menghetikan perkawinan anak – anak di Indonesia</p>
<p>Siapa yang dapat bergabung dalam Koalisi 18+</p>
<p style="color: #222222;">Untuk mencapai tujuan, kami meyakini bahwa misi ini hanya akan efektif dengan melakukan gerakan sosial secara bersama ketimbang dilakukan oleh segelintir orang saja.</p>
<p style="color: #222222;">Karena itu mari bersama-sama bergabung dalam Koalisi 18+ untuk menyuarakan secara masif untuk menghentikan dan/atau mengurangi angka terjadinya perkawinan anak dan/atau kawin paksa yang sudah terlalu lama terabaikan</p>
<p style="color: #222222;">Mari bersama memberdayakan perempuan untuk membela hak-hak perempuan atas kesehatan dan pendidikan</p>
<p style="color: #222222;">Mari memberdayakan masyarakat bahwa pernikahan bukanlah sekedar mensahkan suatu hubungan badan tapi lebih mulia dari itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 UU Perkawinan tahun 1974</p>
<p style="color: #222222;">“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”)</p>
<p style="color: #222222;">Dan tercapainya tujuan UU No 52 Tahun 2009 untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas perlu memastikan bahwa keluarga berada dalam lingkungan yang sehat, penyiapan dan pengaturan perkawinan, memastikan kehamilan dan kelahiran yang aman, penurunan angka kematian, pengembangan kualitas penduduk, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.</p>
<p style="color: #222222;">Mengenai Koalisi 18+</p>
<p style="color: #222222;">Inisiatif gerakan sosial dari Koalisi 18+ ini didukung oleh:</p>
<p style="color: #222222;">Ade Novita, Anna Surti Nina, Alia Djumhur Hidayat, Dita Parakitri, Fransisca Handy, Reliza Kodri, Pingkan Rumondor, Wulan Ayu Ramadhani, Vida Parady, Windy Sucianty, <a style="color: #1155cc;" href="http://pranikah.org/" target="_blank">pranikah.org</a>,  Harry Alexander,  Supriyadi W. Eddyono, Erasmus A.T. Napitupulu, Wahyudi Djafar, Candra Rudi Sanjaya, Jogja Parenting Community, Anggara, Pista Simamora, Wahyu Wagiman, Syahrial M. Wiryawan, Fitri Andyaswuri, Leocadia Intas Jati Awandhani, Diani Rahman, Indana Laazulva, Noor Wening Endah Kartikowati, Rika Eswandani, Theresia Wuryantari, Retno Handayani, Trisna Mumtaz Aqila, Agung Pamungkas</p>
<p style="color: #222222;">Untuk bergabung atau mengetahui lebih jauh tentang Koalisi 18+, silahkan hubungi kami melalui</p>
<p style="color: #222222;">Koordinator: Ade Novita (@Ade_Novita)<br />
Situs: <a style="color: #1155cc;" href="http://hukumpedia.com/18Coalition" target="_blank">http://hukumpedia.com/<wbr />18Coalition</a><br />
Twitter: @18Coalition<br />
Email: koalisi18plus[at]gmail[dot]com<br />
Alamat Sekretariat:<br />
Koalisi 18+<br />
Jl. Cempaka No 4, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12530<br />
Phone/Fax : (021) 7810265</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/mengenal-lebih-jauh-tentang-koalisi-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Terlihat Lebih Menarik? Pahami 4 Hal Ini Dulu</title>
		<link>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/</link>
		<comments>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2013 08:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[daya tarik]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[tertarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pranikah.org/pranikah/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Apakah perempuan berambut panjang selalu terlihat lebih cantik daripada perempuan berambut pendek? Apakah lelaki berdada bidang selalu terlihat lebih menarik daripada lelaki kurus? Mungkin Teman Pranikah menjawab ya, tapi bisa jadi sahabat kita bilang tidak. Kok bisa beda ya? Apa sih yang bikin seseorang tertarik ke orang lain? Apakah selalu wajah atau tinggi badan yang jadi patokan?]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/09/r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-569 aligncenter" alt="r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570" src="http://pranikah.org/pranikah/wp-content/uploads/2013/09/r-HAPPY-COUPLE-REDDIT-large570.jpg" width="570" height="238" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Image Source: <a href="http://www.huffingtonpost.com/">Here</a></p>
<p>Apakah perempuan berambut panjang selalu terlihat lebih cantik daripada perempuan berambut pendek? Apakah lelaki berdada bidang selalu terlihat lebih menarik daripada lelaki kurus? Mungkin Teman Pranikah menjawab ya, tapi bisa jadi sahabat kita bilang tidak. Kok bisa beda ya? Apa sih yang bikin seseorang tertarik ke orang lain? Apakah selalu wajah atau tinggi badan yang jadi patokan?</p>
<p>Serunya, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, para ahli mencari tahu lewat penelitian ilmiah. Para ahli mengelompokkannya dalam beberapa bagian. Kalau sudah tahu, sangat mungkin kita bisa membuat diri kita jadi tampil lebih menarik lho!</p>
<p>Kamu merasa kurang menarik? Masih jomblo tanpa tahu kapan akan dapat pasangan? Gimana kalau kamu cek dulu artikel ini, siapa tahu setelahnya kamu jadi semakin tahu cara terlihat menarik di mata orang lain.<span id="more-568"></span></p>
<p><strong>FISIK</strong><br />
Orang bilang, kalau kita cantik atau tampan, orang lain pasti tertarik. Betul juga sih sebetulnya, tapi bukan hanya itu. Ada orang yang tertarik dengan tinggi badan, seringkali lelaki yang lebih tinggi dianggap lebih menarik, sementara perempuan terlalu tinggi dianggap kurang menarik jadi pasangan. Ada pula yang tertarik dengan lekuk tubuh sehingga lebih memperhatikan apakah orang yang dia taksir memiliki lekuk tubuh atau tidak.</p>
<p>Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perempuan berambut panjang terlihat lebih menarik (Boynton, 2008; Knapp-Kline, dkk, 2005). Tak berarti perempuan harus memelihara rambut panjang demi terlihat menarik, karena seringkali yang dilihat adalah sehat atau tak sehat rambutnya. Bukankah kalau rambut panjang tapi si perempuan sering menggaruk kepalanya, jadi tak menarik kan?</p>
<p>Apakah harus tampil seksi atau perkasa? Tidak juga. Lelaki yang terlalu perkasa justru dianggap mengerikan oleh banyak perempuan, karena ada yang menganggap mereka kasar. Kurus juga tak selalu jadi jaminan akan dianggap menarik, karena terkadang diasosiasikan sebagai orang yang kurang sehat.</p>
<p>Secara umum, dari sisi fisik, mereka yang dianggap menarik adalah mereka yang cukup sehat tubuhnya. Berbagai penelitian (Perriloux dkk, 2010; Soler, 2003; Hinsz dkk, 2001, dll) menunjukkan bahwa wajah yang simetris dan tubuh terlihat sehat bisa jadi daya tarik luar biasa. Sehat artinya tak mudah sakit, kulit cukup terawat, rambut relatif sehat, juga beberapa ciri sehat yang lain. So, biar jadi lebih menarik, maka kita perlu peduli pada kesehatan kita kan!</p>
<p><strong>KEDEKATAN</strong><br />
Witing tresna jalaran saka kulina, demikian kata para tetua di daerah Jawa Tengah. Seringnya bertemu, menurut para peneliti, juga membuat kita tertarik pada orang lain lho. Tak usah kaget kalau kita tiba-tiba jatuh cinta pada teman sekantor, itu karena faktor kedekatan fisik juga karena merasa familiar dengan orang tersebut. Reis, dkk (2011) bahkan menegaskan bahwa seringnya kontak dengan seseorang bukan hanya membuat interaksi antara mereka jadi terasa lebih nyaman, namun juga membuat orang tersebut terlihat semakin menarik.</p>
<p>Nggak susah kan bikin kita terlihat menarik? Sering-seringlah bergaul, jangan terus menarik diri atau malu-malu. Bukan berarti harus pamer atau cari perhatian orang lho, lakukan sewajarnya. Tetaplah berusaha menjadi diri sendiri ketika sedang bergaul dengan orang lain. Selain akan terasa lebih mudah untuk jadi diri sendiri, kalaupun ada yang tertarik, itu karena dia melihat diri kita yang sebenarnya kan.</p>
<p><strong>KEPRIBADIAN</strong><br />
Yang dimaksud bukan barang-barang pribadi seperti mobil pribadi atau rumah pribadi lho. Kepribadian adalah bagaimana seseorang bertingkahlaku, berinteraksi dengan orang lain, menampilkan dirinya, atau mengambil pilihan-pilihan hidupnya.</p>
<p>DeGenova (2008) menyimpulkan dari beberapa penelitian bahwa lelaki yang dianggap menarik adalah mereka yang perhatian, penuh pengertian, jujur dan bisa dipercaya, dan sensitif. Lelaki juga dianggap menarik ketika terlihat percaya diri, cerdas, dan terlihat mampu memimpin. Lelaki ternyata punya pilihan yang berbeda, banyak lelaki yang suka dengan perempuan yang hangat, setia, jujur, punya rasa humor, dan cerdas. Di sisi lain, perempuan dan lelaki yang kasar, ceroboh, tak sensitif, labil, dan tak bertanggungjawab, sering dianggap sebagai orang yang tak menarik.</p>
<p>Tak menemukan orang yang sempurna? Tentu saja tak ada orang sempurna. Oleh karena itu, kita perlu menentukan dulu kepribadian seperti apa yang paling kita inginkan untuk jadi pasangan kita, mana yang kita anggap paling penting. Contohnya, kalau kita ingin pasangan yang cerdas, sabar dan setia, coba tentukan mana yang paling penting, mana yang nomor 2, nomor 3, dst. Misalnya kita punya 10 syarat, bagus kok jika orang yang kita taksir memiliki setidaknya 5-7 di antaranya. Kalau tak ada juga yang memenuhi syarat, jangan-jangan syarat kita terlalu berat.</p>
<p>Di sisi lain, susah-susah gampang untuk menjadi pribadi yang menarik. Namun kita tetap bisa mengusahakannya lho. Boleh kok untuk menargetkan diri jadi orang yang lebih hangat, setia, bisa dipercaya, penuh pengertian, perhatian, dan sifat baik lainnya. Cermati sifat apa yang sudah baik dalam diri kita, kembangkan itu.</p>
<p><strong>PENGARUH MASA LALU</strong><br />
Terkadang kita tak bisa menjelaskan mengapa kita tertarik pada seseorang. Nah, kabarnya, masa lalu sangat berperan, menentukan kepada siapa kita tertarik. Contohnya, kita seringkali tanpa sengaja memilih orang yang memiliki sifat yang sama dengan orangtua kita, baik sisi positif maupun negatifnya.</p>
<p>Kita juga terkadang tertarik dengan mereka yang membuat diri kita merasa lebih baik, misalnya mereka yang banyak memuji kita. Teman Pranikah tertarik dengan seseorang yang terlihat tak berdaya, selalu butuh dibantu, dan sangat tergantung? Mungkin karena kita ingin merasa dibutuhkan dan diinginkan. Ada pula yang tertarik dengan seseorang yang sangat diidolakan, misalnya orang yang memiliki semua sifat yang tidak kita miliki.</p>
<p>Nenek atau mama kita sering berkata bahwa kita harus ramah dan sopan? Rupanya orang yang banyak tersenyum, terlihat ramah, dan sopan juga dianggap lebih menarik kok. Tentu saja senyumnya tulus lho, bukan senyum yang dipaksakan keluar.</p>
<p>Memang sih, yang namanya ketertarikan atau daya tarik orang lain, sifatnya personal sekali. Tiap orang bisa punya selera yang berbeda, tergantung pengalaman hidupnya. Jadi kalau semua orang tertarik pada seorang idola, dan kita sama sekali nggak tertarik, nggak papa juga. PD aja punya pilihan sendiri. Bukankah kita yang paling tahu siapa orang yang layak mendapatkan perhatian kita?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Referensi:</em></p>
<p>DeGenova, Mary Kay. (2008). Intimate Relationships, Marriages &amp; Families, 7th ed. New York:McGraw-Hill Companies.<br />
Miller, Rowland S. (2012). Intimate Relationship, 6th ed. New York: McGraw-Hill International Edition.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pranikah.org/pranikah/ingin-terlihat-lebih-menarik-pahami-4-hal-ini-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
