Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Medis

Tunjukkan Cinta Dengan Jauhi Seks Bebas

Submitted by on September 18, 2013 – 5:39 pmNo Comment

Rose On Wood BW

Kalau pacaran ngapain aja sih? Kegiatan seru apa yang dilakukan bersama-sama? Jalan-jalan keliling Indonesia? Olahraga sama-sama atau nonton film terbaru di bioskop?

Pranikah akan mengangkat tema tentang pacaran sehat. Apa sih pacaran sehat itu? Tentunya dengan menjauhi seks bebas. Kenapa harus dijauhi?

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, sebanyak 4,8 persen dari usia 10 tahun sampai 14 tahun, remaja melakukan hubungan di luar nikah. Sebesar 0,5 persen sampai 1,5 persen di antaranya hamil. Kemudian sebesar 41,8 persen pada usia 15 tahun sampai 19 tahun melakukan hubungan di luar nikah dan 13 persen di antaranya hamil!

Jika tiba-tiba hamil sebelum menikah dan masih menjadi siswa SMP, SMA atau masih kuliah, reaksinya yang timbul biasanya malu, takut, stres dan lain-lain yang pasti dirasakan. Ancaman putus sekolah, penolakan keluarga dan masa depan yang belum jelas salah satu hal yang pasti akan dikhawatirkan. Hamil tanpa rencana juga memiliki banyak resiko dan masalah lain yang mengikuti, dan juga hamil disaat usia masih terlalu muda juga memiliki banyak resiko kesehatan.

Menggunakan kondom sebagai pelindung saat berhubungan tetap memiliki resiko karena tingkat kegagalan kondom sebagai alat kontrasepsi cukup tinggi yaitu sekitar 15-20%.

Tidak hanya hamil sebelum menikah saja resiko dari seks bebas, tapi juga resiko tertular penyakit. Apakah pasangan bebas dari Hepatitis B? Bebas dari HIV, apakah ada penyakit menular lainnya yang sudah diketahui?

Data terakhir menunjukkan bahwa 9060 warga Jakarta mengidap penyakit menular seksual dan 3007 orang diantaranya berusia 14-24 tahun.

Apa sajakah resiko hamil diluar nikah bagi si ibu? Biasanya kehamilan terjadi tidak direncanakan dan mengundang banyak sekali konsekuensinya. Diantaranya yaitu:

  1. Gangguan mental pada ibu.
  2. Depresi pada ibu karena hamil diluar nikah bisa menyebabkan ibu lebih mudah mengalami sakit selama masa kehamilan, menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, sehingga lahir dengan berat yang rendah dan kelahiran prematur.
  3. Ibu dan bayi tertular hepatitis B atau HIV dari si ayah bayi, karena tidak adanya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan sebelumnya. Ibu yang hamil di luar nikah, banyak yang tidak periksa hamil secara rutin, karena malu atau hal lainnya, dan ini bisa fatal buat si ibu, karena masalah serius pada kehamilan bisa tidak terdeteksi.
  4. Bayi mengalami cacat bawaan berat karena ibu kekurangan asam folat (yang harusnya diminum sejak 3 bulan sebelum hamil) atau karena ibu terpapar penyakit infeksi selama kehamilan (karena ibu tidak vaksinasi) atau karena ibu tertular dari ayah bayi karena tidak adanya pemeriksaan kesehatan kedua belah pihak sebelum hubungan seks terjadi.
  5. Bayi mengidap penyakit yang diturunkan dari ayah maupun ibu, karena tidak adanya pencegahan.
  6. Hubungan batin ibu dan bayi kurang baik, yang dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi nantinya
  7. Persalinan yang berisiko, karena tidak ditolong oleh tenaga kesehatan, karena malu atau karena masalah biaya.
  8. Kegagalan menyusui.  Kegagalan menyusui ini membawa dampak yang panjang buat kesehatan ibu dan bayi.
  9. Bayi yang dilahirkan dari kehamilan akibat seks bebas lebih berisiko mengalami kekerasan dan pengabaian.
  10. Risiko aborsi yang mengancam jiwa ibu dan kesehatan alat reproduksi ibu.

Bagaimana dengan resiko sang ayah? Diantaranya yaitu:

  1. Ayah bayi juga bisa tertular penyakit menular yang ternyata dimiliki oleh si ibu bayi karena saling tidak mengetahui kesehatan masing-masing pasangan.
  2. Ayah bayi juga terancam depresi karena rasa bersalah pada diri sendiri, orang tua dan pacar.
  3. Ayah bayi terancam putus sekolah karena harus menikah dan mencari nafkah, masa depan mendadak berubah dalam waktu singkat
  4. Perasaan bersalah seumur hidup jika tidak siap bertanggung jawab dan memilih mengabaikan tanggung jawab.

 

Sayang dengan pacar? Sayang dengan diri sendiri? Jangan menjerumuskan diri sendiri dalam masalah yang rumit, terlebih melibatkan makhluk kecil tidak berdosa. Bagaimakah perasaan orang tua jika hal ini terjadi? Hindari seks bebas dan berbahagialah saat menyambut kehadiran makhluk kecil di dunia ini karena kehadirannya telah dipersiapkan dan dinaungi oleh pernikahan.

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


9 − = 4