Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Hukum

Siap Menikah? Siapkan dokumen-dokumennya

Submitted by on March 1, 2013 – 7:26 amNo Comment

Setelah siap lahir bathin untuk melamar, dan yang dilamar pun telah siap lahir bathin serta bersedia, maka langkah selanjutnya tentu mengajak keluarga masing-masing untuk berdiskusi dalam rangka mempersiapkan pernikahan, termasuk menentukan tanggal pernikahan.

Tanggal menjadi penting, karena menurut peraturan perundangan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon suami – isteri yaitu harus memberitahukan, mencatatkan dan mengumumkan rencana pernikahannya 10 hari sebelum tanggal dilangsungkannya pernikahan pada pegawai pencatat perkawinan.

Pegawai pencatatan Perkawinan akan meminta calon pengantin melengkapi dokumen pemberitahuan kehendak nikah dengan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Surat keterangan untuk nikah
  2. Surat persetujuan mempelai,

Dalam dokumen yang harus ditandatangani ini selain berisi mengenai identitas calon mempelai, terdapat pernyataan bahwa “dengan sesungguhnya bahwa atas dasar sukarela, dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari siapapun juga, setuju untuk melangsungkan pernikahan

  1. Surat pernyataan belum pernah nikah/kawin (di bawah sumpah)

Dokumen ini selain ditandatangani pengantin juga ditandatangani oleh Ketua RT tempat tinggal kedua mempelai

  1. Surat Keterangan Asal Usul
  2. Surat Keterangan orangtua
  3. Surat Pengantar RT/RW setempat
  4. Akta kelahiran atau surat kenal lahir
  5. Akta yang dibuat oleh pegawai catatan sipil tentang adanya izin kawin dari pihak yang harus memberikan izin (contoh surat pemberkatan)
  6. Perjanjian Pranikah (bila ada)
  7. Dokumen tertentu sesuai kebutuhan, yaitu:
    1. Izin tertulis/izin Pengadilan apabila salah seorang calon mempelai atau keduanya belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun;
    2. Izin Pengadilan dalam hal calon mempelai adalah seorang suami yang masih mempunyai isteri;
    3. Dispensasi Pengadilan/Pejabat;
    4. Surat kematian isteri atau suami yang terdahulu atau dalam hal perceraian surat keterangan perceraian, bagi perkawinan untuk kedua kalinya atau lebih;
    5. Izin tertulis dari Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri HANKAM/PANGAB, apabila salah seorang calon mempelai atau keduanya anggota Angkatan Bersenjata;
    6. Surat kuasa otentik atau dibawah tangan yang disahkan oleh Pegawai Pencatat, apabila salah seorang calon mempelai atau keduanya tidak dapat hadir sendiri karena sesuatu alasan yang penting, sehingga mewakilkan kepada orang lain.

Pegawai pencatatan tersebut akan melakukan penelitian dan memeriksa dokumen-dokumen tersebut untuk memastikan apakah persyaratan perkawinan telah terpenuhi dan adakah halangan (baca tulisan penulis “kenali Calonmu bila tak ingin Ditolak”) terhadap rencana pernikahan yang diajukan.

Apabila syarat pernikahan terpenuhi dan tidak ada halangan, maka pegawai pencatatan akan:

  1. Meletakkan  surat pengumuman pada tempat yang dapat dibaca oleh umum
  2. Meminta  calon pengantin untuk mengikuti pembinaan/kursus/penataran calon pengantin sebelum hari nikah dan melengkapi formulir Naskah penasihatan sebagai berikut:

–          Identitas

–          Pendidikan

–          Pekerjaan

–          Penghasilan perbulan

–          Perkawinan yang ke

–          Tanggal berkenalan

–          Tanggal lamaran

–          Jumlah saudara

–          Hobby

–          Kebiasaan menabung

–          Aktifitas sosial

–          Pendapat calon pengantin mengenai Tujuan Perkawinan

–          UU Perkawinan nomor 1 tahun 1974.

–          Hak dan Kewajiban Suami dan Isteri

–          Pendapat tentang Keluarga Berencana dan Kesehatan

–          Manfaat imunisasi

Nahh penting kan untuk baca dulu isi dari UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, dan harus tau dulu Tujuan Pernikahan, dan yang lebih penting lagi mengerti hak serta kewajiban pasutri setelah menikah.

Mengingat dokumen-dokumen persyaratan pernikahan sangat penting isinya, ada baiknya pengurusan dan dan penandatangan dokumen-dokumen ini dilakukan sendiri dan tidak menitipkan pada pihak lain.

Masa waktu 10 hari pengumuman ini juga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang oleh hukum berhak untuk mengajukan keberatan atas rencana perkawinan.

[ Pranikah ]

Tags: , , , , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


7 − 5 =