Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Hukum

Kenali calonmu, bila tak ingin ditolak

Submitted by on March 1, 2013 – 7:24 amNo Comment

Suatu Perkawinan harus memenuhi Syarat Syah Perkawinan, yaitu harus didasarkan persetujuan kedua pasangan, dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan cukup usia. Sebelum melangsungkan perkawinan calon suami–isteri harus melaporkan dan mengajukan permohonan perkawinan dan melengkapi serankaian dokumen kepada Pegawai Pencatatan Perkawinan (lihat tulisan penulis mengenai dokumen yang perlu dipenuhi oleh calon suami isteri ).

Dalam peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia terkait perkawinan, ada yang dikenal dengan halangan perkawinan. Halangan perkawinan adalah suatu keadaan di mana suatu perkawinan dilarang atau tidak dapat dilangsungkan. Halangan mana yang bila ditemukan Pegawai Pencatatan Perkawinan, maka berdasar pasal 20 UU Perkawinan maka Pegawai Pencatatan Perkawinan tidak diperbolehkan menyetujui atau membantu atau melangsungkan perkawinan bila mengetahui adanya pelanggaran dari ketentuan Pasal 7, 8, 9, 10 dan 12 dari UU Perkawinan.

Halangan Perkawinan dimaksud adalah:

  1. Tidak cukup usia  atau belum berusia 16 tahun bagi yang perempuan dan 19 tahun bagi yang  laki-laki, namun orangtua dapat meminta ijin pengadilan dan atau pejabat.
  2. Mempunyai   hubungan sedarah, dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara,  antara seorang dengan saudara orangtua dan antara seorang dengan saudara      nenek
  3. Mempunyai   hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke atas maupun kebawah
  4. Mempunya  hubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri
  5. Berhubungan  susuan, yaitu orangtua susuan, anak susuan, saudara susuan dan bibi/paman  susuan
  6. Mempunyai  hubungan yang oleh agama atau peraturan yang berlaku dilarang kawin
  7. Masih terikat perkawinan.

Mungkin kelihatannya seolah pasti ya.. bahwa keadaan yang dimaksud di atas tidak mungkin terjadi pada diri kita. Bagaimanapun dengan semakin bercampurnya dan mudahnya manusia berhubungan dari satu pulau ke pulau lain dari satu negara ke negara lain, atau terputus hubungan keluarga karena sebab lain, tidak ada salahnya telusuri calonmu.

Menelusuri di masa teknologi seperti sekarang bisa dimulai dengan “paman Google” :)  walau tidak dapat dipungkiri, tetap saja kesemuanya tergantung pada kejujuran dan kebenaran tiap-tiap orang dalam memberikan informasi masing-masing juga.

Cara lain, dapat datang ke KUA atau kantor catatan sipil, khusus untuk mengetahui status kawin atau keturunan calon pasangan kita.

Demikian Sobat pranikah, semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Tags: , , , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


+ 3 = 10