Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Medis

Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Submitted by on September 8, 2013 – 11:29 amOne Comment

r-COUPLES-COUNSELING-large570

Image Source: here

Saat tanggal pernikahan ditentukan, pada umumnya para pasangan yang mau menikah beserta keluarganya sibuk dengan tetek bengek persiapan teknis pernikahan seperti gedung, format acara, baju pengantin, katering, dll. Sedikit sekali pasangan yang memasukkan cek kesehatan ke dalam daftar persiapan pernikahannya. Dalam tulisan kali ini, akan dipaparkan kenapa sih Pre- Marital Check up atau Screening yang sering disebut juga Pre-Conception Screening sangat penting.

Sebagian besar masyarakat umumnya tidak sepenuhnya mengetahui status kesehatannya secara detil, apalagi bagi yang tidak melaksanakan general check up rutin tahunan. Seseorang yang terlihat sehat bisa saja sebenarnya adalah silent carrier/pembawa dari beberapa penyakit infeksi & hereditas dan saat hamil dapat mempengaruhi janin atau bayi yang dilahirkannya nanti. Pre-Marital Screening terdiri atas beberapa kelompok tes untuk pasangan yang akan menikah. Tes-tes ini dirancang untuk mengidentifikasi adakah masalah kesehatan saat ini / yang akan muncul di kemudian hari saat pasangan mengandung/memiliki anak.

Beberapa negara sudah mulai memasukkan Pre-Marital Screening sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin untuk menikah (by law / secara hukum).  Salah satu contohnya adalah Kementrian Kesehatan Saudi Arabia yang sejak tahun 2004 mewajibkan Pre-Marital Screening ini untuk menurunkan angka terjadinya kelainan genetis generasi selanjutnya. Programnya dinamakan Pre-Marital Medical Test. Pada tahun 2008 program ini diperbaharui dengan dimasukannya Screening Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV sebagai syarat wajib pasangan yang akan menikah dan program ini dinamakan Program of Healthy Marriage. Negara lain yang mengimplementasikan Pre-Marital Screening ini adalah China, selain itu diadakan pula program konseling / pembekalan di bidang kesehatan kepada pasangan yang akan menikah.

Selanjutnya akan dipaparkan hal-hal apa saja yang perlu dimasukkan dalam Pre-Marital Screening beserta penjelasannya.

 

poto

Image Source: here

Pemeriksaan kesehatan secara umum, yang terdiri dari :

1. Pemeriksaan fisik / klinis lengkap

Salah satu manfaatnya dapat diketahui status tekanan darah pasangan.  Tekanan darah yang normal adalah salah satu kunci kesehatan.Tekanan darah tinggi/hipertensi berbahaya saat wanita hamil. Hipertensi saat kehamilan salah satunya dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Selain itu apakah calon pasangan obesitas atau tidak. Obesitas dapat mempengaruhi kesuburan. Obesitas selama kehamilan menyebabkan beberapa resiko seperti diabetes, pre-eklampsia, meningkatnya resiko infeksi saluran kemih, sulit untuk melahirkan tepat waktu, meningkatkan resiko keguguran dan kesulitan saat melahirkan.

 

2. Pemeriksaan darah rutin meliputi kadar hemoglobin (hb), hematokrit, sel darah putih (leukosit) dan faktor pembekuan darah (trombosit).

Bagi calon Ibu, perlu diketahui kadar hb nya apakah menderita anemia / tidak, juga agar diketahui apakah calon Ibu mengalami ganguan faktor pembekuan darah.  Dari hasil pemeriksaan darah juga dapat diketahui apakah pasangan mengalami kondisi kadar kolesterol tinggi yang meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Hal penting lainnya adalah  pemeriksaan gula darah , yang diperiksa sewaktu puasa dan tidak puasa agar diketahui apakah calon Ibu mengidap diabetes mellitus, atau setidaknya memiliki kelainan yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi glukosa. Ibu hamil yang menderita diabetes tidak terkontrol dapat mengalami beberapa masalah seperti : janin yang tidak sempurna/cacat, hipertensi, hydramnions (meningkatnya cairan ketuban), meningkatkan resiko kelahiran prematur, serta macrosomia (bayi menerima kadar glukosa yang tinggi dari Ibu saat kehamilan sehingga janin tumbuh sangat besar).

 

3. Golongan darah dan Rhesus.

Apabila Ibu bergolongan darah O sementara bayi bukan bergolongan darah O adalah salah satu faktor resiko Jaundice/Kuning pada bayi (ABO Incompatibility). Sementara bila diketahui Janin Rhesus (+) pada ibu Rhesus (-) akan menimbulkan inkompatibilitas Rhesus yang bisa mengakibatkan kematian pada janin. Dengan mengatahui Rhesus sebelum hamil, dokter dapat segera mengatasinya.

 

4. Urinalisis lengkap

Agar diketahui adakah ISK/ infeksi saluran kemih dan adanya darah, protein, dll yang menunjukkan adanya penyakit tententu. Penyakit ISK saat kehamilan beresiko baik bagi Ibu dan bayi berupa kelahiran prematur, berat janin yang rendah dan resiko kematian saat persalinan.

 

Pemeriksaan beberapa penyakit hereditas atau yang diturunkan dari orangtua

1. Thalasemia.

Thalasemia adalah salah satu penyakit kelainan darah. Penderita penyakit ini tidak mampu memproduksi hemoglobin yang normal. Penderita Thalasemia mayor tidak dapat disembuhkan sehingga menjalani pengobatan berupa transfusi darah seumur hidup dan beresiko penumpukan zat besi dalam tubuh. Thalasemia telah menjadi salah satu isu kesehatan di Indonesia karena 3- 10% populasi di Indonesia adalah carrier / pembawa gen Thalasemia beta dan 2,6-11% pembawa Thalasemia alfa. Saat ini paling tidak tercatat 5.000 pasien Thalasemia di Indonesia dan diperkirakan angka ini sangat jauh lebih rendah dari penderita Thalasemia di Indonesia yang tidak terdata.

 

2. Hemofilia.

Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Penderita hemofilia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.

 

3. Sickle Cell Disease.

SCD disebut juga penyakit sel sabit di Indonesia, merupakan penyakit kelainan sel darah merah yang mudah pecah sehingga menyebabkan anemia. Secara statistik penyakit ini lebih banyak ditemukan pada ras Afrika, kemudian Timur Tengah dan beberapa kasus di Asia (India).

 

Pemeriksaan beberapa penyakit menular

1. HIV, Hepatitis B (HBV) dan Hepatitis C (HCV) .

Saat ini menurut WHO terdapat 4,1 juta jiwa di dunia terinfeksi HIV, dimana 95% diantaranya berada di negara berkembang seperti sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia, pada tahun 2012 ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 penderita dan jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk penderita Hepatitis B saat ini diperkirakan sebanyak 1,8 milyar manusia dan 350 juta jiwa sudah mengalami infeksi kronis. Sementara diperkirakan 170 juta jiwa di dunia terinfeksi virus Hepatitis C .

 

2. Penyakit HIV, Hepatitis B dan C adalah penyakit yang mengancam jiwa.

Infeksi virus ini dapat ditularkan melalui darah, hubungan seksual dan cairan tubuh. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah dan transplantasi organ tubuh. Sementara penularan virus Hepatitis B&C rentan terjadi pada pemakai obat-obatan terlarang melalui jarum suntik. Pemeriksaan akan 3 (tiga) penyakit infeksi ini sangat penting karena virus-virus ini dapat ‘diam/tidur’ dalam jangka waktu yang lama tanpa menunjukkan gejala apapun. Menikah dengan pasangan yang membawa virus-virus ini beresiko membahayakan pasangan dan juga calon bayi.

 

 

3. TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex Virus).

Infeksi TORCH saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau bahkan kelainan bawaan pada bayi.

 

4. Venereal Disease Screen (pemeriksaan untuk penyakit syphilis) & penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui hubungan seksual lainnya (STI/Sexually Transmitted Infections)

Seperti chlamydia, gonorrhea, HPV/Human papillomavirus , herpes. Penyakit-penyakit ini dapat menimbulkan masalah kesuburan dan saat kehamilan.

 

Pemeriksaan yang berhubungan dengan organ reproduksi dan kesuburan

1. Untuk wanita

Meliputi pemeriksaan USG agar diketahui kondisi rahim, saluran telur, indung telur. Pemeriksaan lebih lanjut seperti HSG (Hysterosalpingogram) untuk mengetahui kondisi tuba falopii dan adakah sumbatan akibat kista, polip endometrium, tumor fibroid, dll. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk wanita yang siklus haidnya tidak teratur atau sebaliknya berlebihan. Hormon yang diperiksa misalnya hormon FSH (Follicle stimulating hormone), LH (Lutenizing hormone) dan Estradiol (hormone estrogen).

2. Untuk pria

Selain dilakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan penis, skrotum, prostat juga dilakukan pemeriksaan hormon FSH yang berperan dalam proses pembentukan sperma serta kadar hormon testosteron. Dapat dilakukan juga analisis semen dan sperma.

 

Alergi. Salah satu yang sering terlewatkan adalah alergi.  Alergi adalah sistem kekebalan tubuh yang bereaksi di luar normal terhadap beberapa substansi (alergen) yang tidak berbahaya bagi sebagian besar manusia. Kecenderungan seseorang memiliki alergi adalah karena faktor keturunan walaupun tidak selalu orang tua yang memiliki bakat alergi akan menurunkannya kepada anak-anaknya. Cukup penting untuk membuat daftar hal-hal yang memicu alergi dari kedua pasangan terutama bila pasangan ada yang pernah mengalami reaksi anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian.

 

9349286_orig

 

Vaksinasi Dewasa.  Vaksin yang berkaitan langsung dengan kehamilan adalah Vaksin Hepatitis B, Tetanus, MMR (Measles, Mumps, Rubella), Varisela (cacar air), Influenza, serta Vaksin-vaksin dewasa lainnya sesuai Jadwal Imunisasi Dewasa yang dikeluarkan oleh Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI.

Sebagai penutup , Pre-marital screening saja kurang lengkap tanpa dikombinasikan dengan bimbingan/konseling kesehatan serta sikap pro aktif dari pasangan yang akan menikah untuk mencari informasi mengenai kesehatan. Selain itu pasangan yang akan menikah diharapkan menjadi konsumen kesehatan cerdas yang menjadi mitra sejajar tenaga kesehatan. Semoga di masa mendatang Pre-marital Screening ini menjadi program pemerintah dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis.

Tags: ,

One Comment »

4 Pingbacks »

Leave a comment to Cek kesehatan pra Nikah (Pre-marital screening) | etta naeni

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


8 + 7 =