Hukum

Pahami segi Hukum dalam mempersiapkan pernikahan.

Keuangan

Cek pengaturan keuangan diri dan pasangan anda.

Medis

Bangun kebiasaan hidup sehat dan cegah penyakit.

Psikologi

Belajar berkomunikasi, memahami diri sendiri dan pasangan.

Umum

Topik-topik yang umum dan kira nya berguna untuk kita ketahui.

Home » Medis

Buat para cowok: Mau nikah? Belajar ngASI nyook!

Submitted by on August 4, 2013 – 9:34 pmNo Comment

by: F B Monika

Halo teman pranikah! Khususnya buat cowok2 nih… yang mau nikah, udah siap belom jadi ayah?? Belom siap? Mending belajar dulu deh sebelum ngelamar.. J

Nah, kali ini, tim kesehatan pranikah, mau ngajak mas bro semua belajar gimana supaya bisa jadi ayah yang ngedukung pemberian ASI.

ASI dan menyusui bukan hanya memberikan manfaat bagi bayi tapi juga memberikan manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk Ibu, Ayah, keluarga bahkan lingkungan dan lingkup yang lebih besar lagi yaitu negara. ASI adalah hak dasar setiap anak, serta jaminan awal hidup yang terbaik dan berkelanjutan.

Ibu-dan-Anak 1Minggu pertama bulan Agustus adalah Pekan ASI Dunia (World Breastfeeding Week). Tema Pekan ASI Dunia tahun ini adalah : Breastfeeding Support Close to Mothers di mana penekanannya adalah pentingnya memberikan dukungan kepada para Ibu (dimulai sejak kehamilan) sehingga Ibu dapat memulai & mempertahankan menyusui/pemberian ASI secara optimal. Saat ini menurut data WHO hanya 38% bayi berusia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Sementara menurut data UNICEF Indonesia, 36% balita Indonesia pendek menurut usia (stunting), yang sebetulnya dapat dicegah dengan pemberian ASI yang benar.  Tema Pekan ASI Dunia tahun ini sangat tepat karena masih banyak sekali pemahaman yang kurang tepat bahwa pemberian ASI & menyusui hanyalah tanggung jawab Ibu saja, dengan alasan yang memiliki payudara dan menghasilkan ASI adalah Ibu. Padahal dukungan, pendidikan dan konseling dapat meningkatkan kesuksesan pemberian ASI eksklusif hingga 90%. Teman-teman Pranikah, mencapai keberhasilan pemberian ASI & menyusui dimulai sedini mungkin bahkan sejak teman-teman Pranikah merencanakan untuk menikah. Kenapa hal ini penting? Agar masing-masing pihak (calon suami yang akan menjadi calon Ayah dan calon istri yang akan menjadi calon Ibu) paham apa saja yang perlu dipersiapkan dan pembagian peran pada saatnya nanti.

Persiapan sebelum kehamilan yang meliputi Pre Conception Screening/Check up bisa dibaca di tulisan berikut http://pranikah.org/pranikah/pre-marital-check-up-singkat/

serta Vaksinasi dewasa yang perlu dilengkapi bisa dibaca di tulisan berikut http://pranikah.org/pranikah/vaksinasi-sebagai-persiapan-kehamilan/

Selama kehamilan, Calon Ibu dan Ayah dapat membekali diri dengan informasi seputar persalinan dan menyusui misalnya dengan mengikuti kelas-kelas edukasi persiapan kelahiran dan menyusui serta bergabung dengan grup/kelompok yang mendukung pemberian ASI & Menyusui. Khusus untuk calon Ayah juga perlu mempersiapkan mental mendukung istri apabila istri pasca melahirkan mengalami Baby blues Syndrome atau bahkan mengalami Post Partum Depression (PPD).Beberapa wanita juga mengalami depresi dan perasaan tidak nyaman serta cemas sejak kehamilan, yang biasanya dialami saat kehamilan anak pertama. Mengenai Baby Blues Syndrome , sekitar 50-80% wanita yang baru melahirkan mengalaminya , perubahan hormon pasca persalinan bisa menjadi salah satu penyebabnya. Perasaan campur aduk seperti sedih, moody, mudah tersinggung, sulit tidur, hilang nafsu makan, tidak bisa konsentrasi, dll. Baby blues syndrome ini secara umum menghilang 2 minggu pasca persalinan. Sementara Post Partum Depression (PPD) lebih serius daripada Baby Blues Syndrome seperti keinginan untuk bunuh diri, tidak ingin menyentuh bayinya sama sekali bahkan berkeinginan untuk membunuh bayinya. Gejala awal PPD hampir sama dengan Baby Blues Syndrome yang kemudian berlanjut kepada gejala-gejala berikut ini : tidak tertarik pada bayinya, khawatir berlebihan Ibu dapat menyakiti bayinya, tidak memiliki energi & motivasi walau sudah cukup istirahat, insomnia/bahkan tidur berlebihan, merasa tidak berguna, perubahan nafsu makan dan berat badan yang drastis. Beberapa penyebab PPD adalah : perubahan hormonal pasca melahirkan (turun drastisnya hormon estrogen & progesteron, juga kadar tyroid menurun yang menyebabkan mudah lelah&stress) , perubahan fisik+rasa sakit selama&pasca persalinan, stress menghadapi bayi yang baru lahir. Nah selain diperlukan intervensi medis pada kasus yang berat, yang utama diperlukan Ibu adalah dukungan dari orang terdekat yaitu suami, keluarga, teman.

American Academy of Pediatrics (AAP) pada tahun 2005 mengeluarkan hasil penelitian (pertamakalinya) mengenai peran penting Ayah dalam menyukseskan pemberian ASI. Penelitian ini dilakukan di Naples, Italy dengan responden sebanyak 280 pasangan. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tingkat keberhasilan menyusui eksklusif & melanjutkan menyusui sampai 12 bulan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok Ayah yang mempelajari manajemen laktasi dan mendukung serta membantu Ibu dalam menyusui. Lebih lanjut lagi, Ayah memiliki peran dalam menentukan pemberian asupan untuk bayi (susu botol vs ASI) serta dukungan Ayah dapat meningkatkan kepuasan Ibu dalam menyusui, lamanya waktu menyusui dan adaptasi Ayah dan Ibu dalam hal parenting / pengasuhan anak.

Secara khusus apa saja keuntungan yang didapat Ayah bila bayinya menerima ASI? Ayah ASI dapat menghemat waktu & biaya, mendapatkan istirahat lebih banyak daripada bayi yang menerima susu formula, mendapatkan anggota keluarga yang lebih sehat. Lebih hemat biaya karena pemberian susu formula beserta perlengkapannya berbiaya tinggi, penghematan biaya yang lain karena bayi dan Ibu ASI akan lebih sehat sehingga mengurangi biaya kesehatan. Hemat waktu dan mendapatkan lebih banyak waktu untuk istirahat karena Ayah tidak perlu membuang waktu dan tenaga mempersiapkan penyajian susu formula, tidak perlu belanja susu formula dan saat darurat seperti bencana alam dll tidak perlu khawatir bayi tidak mendapatkan asupan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Ayah lakukan pasca Ibu melahirkan dan mulai menyusui :

– Yakin bahwa Ibu membutuhkan dukungan Ayah dalam menyusui dan mengurus bayi

Berdasarkan hasil survey, ternyata 57% wanita lebih membutuhkan dukungan suami dibandingkan dukungan Ibunya (21%).

– Terus menyemangati istri

Berikan ucapan-ucapan yang membangkitkan semangat & motivasi seperti pujian atau bahkan cukup mendengarkan keluhan istri.

– Jangan terburu-buru menyarankan susu formula

Pentingnya calon Ayah mengikuti kelas edukasi persiapan menyusui sehingga paham kapan diperlukannya PASI/pengganti ASI seperti susu formula.

– Membantu pekerjaan rumah tangga sehingga istri memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat

– Membantu istri dalam mengurus bayi seperti mengganti popok, pakaian bayi serta ikut bangun malam saat istri menyusui malam hari serta menyediakan keperluan istri seperti kudapan, minum, memijat istri, dll

– Membantu istri mendapatkan posisi & pelekatan yang nyaman bagi istri dan bayi serta dapat bergantian menggendong, meninabobokan bayi

– Terus meng-update ilmu mengenai ASI-menyusui dan kesehatan anak secara umum

– Mendukung istri dapat menyusui di mana saja dan menanyakan kebutuhan istri lainnya

 

Semoga bermanfaat bagi teman-teman Pranikah :)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


+ 8 = 9